Showing posts with label tulisan. Show all posts
Showing posts with label tulisan. Show all posts

Sunday, December 2, 2018

12 Golongan Manusia Yang Di Doakan Malaikat


1. Orang yang tidur dalam keadaan suci.
عن ابن عمر رضي الله عنْهما قال : قال رسوْل الله صلى الله عليْه وسلم : " منْ بات طاهرا ؛ بات في شعاره ملكٌ فلمْ يسْتيْقظْ إلا قال الملك:اللهـم اغْفـرْ لعبْـدك فـلان ؛ فـإنه بـات طـاهـرا "
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci." (HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " إِنَّ أَحَدَكُمْ مَا قَعَدَ يَنْتَظِرُ الصَّلاةَ فَهُوَ فِي صَلاةٍ مَا لَمْ يُحْدِثْ ، تَدْعُو الْمَلائِكَةُ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ " .
"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya: Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia." (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
عن البراء بن عازب رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((إن الله وملائكته يصلون على الصفوف الأول))
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan." (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
عن عائشة قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إن الله وملائكته يصلون على الذين يصلون الصفوف، ومن سدّ فرجة رفعه الله بها درجة))
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf." (Para Imam, yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Orang yang mengucapkan 'aamiin' ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.
إذا قال الإمام: {غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ}، فقولوا آمين، فإنه من وافق قوله قول الملائكة، غفر له ما تقدم من ذنبه»
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu." (HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
عن أبي هريرة أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال : الملائكة تصلي على أحدكم ما دام في مصلاه الذي صلى فيه ما لم يحدث ، اللهم اغفر له اللهم ارحمه
"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat di mana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata: Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia." (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan shalat Shubuh dan 'Ashar secara berjama'ah.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يتعاقبون فيكم ملائكة بالليل وملائكة بالنهار ويجتمعون في صلاة الصبح وصلاة العصر ثم يعرج الذين باتوا فيكم فيسألهم الله – وهو أعلم بهم – كيف تركتم عبادي؟ فيقولون تركناهم وهو يصلون
“Para Malaikat dimalam dan siang hari silih berganti mengawasi kalian, dan mereka berkumpul pada saat shalat Subuh dan shalat Ashar, kemudian para malaikat yang mengawasi kalian semalam suntuk naik (ke langit). Allah menanyakan kepada mereka, padahal Dia lebih mengetahui dari mereka, “Dalam keadaan apakah kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” Mereka menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan mengerjakan shalat” (Muttafaqun ‘alaihi)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
عن أبي الدرداء عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((دعوة المرء المسلم لأخيه بظهر الغيب مستجابة، عند رأسه ملك، كلما دعا له بخير قال الملك الموكل به: آمين، ولك بمثل))
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan." (HR. Imam Muslim dari Abi Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.
عن أبي هريرة -رضي الله تعالى عنه- أن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: (ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان فيقول أحدهما: اللهم أعطِ منفقاً خلفاًً، ويقول الآخر: اللهم أعطِ ممسكاً تلفاً)
"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit." (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
عن ابن عمر رضي الله عنهما: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((إن الله تعالى وملائكته يصلون على المتسحرين))
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur. Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa sunnah." (HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
مَا مِنْ رَجُلٍ يَعُودُ مَرِيضًا مُمْسِيًا إِلَّا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ وَمَنْ أَتَاهُ مُصْبِحًا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُمْسِيَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ
Tidaklah seseorang menjenguk orang sakit pada sore (malam) hari kecuali 70 ribu Malaikat keluar beristighfar untuknya sampai pagi hari dan ia berada di taman surga. Barangsiapa yang menjenguknya di waktu pagi 70 ribu Malaikat akan keluar beristighfar untuknya sampai sore (malam) hari dan ia berada di taman surga (H.R Abu Dawud, atTirmidzi)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
عن أبي أمامة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((فضل العالم على العابد كفضلي على أدناكم))، ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إن الله وملائكته، وأهل السموات والأرض، حتى النملة في جحرها، وحتى الحوت ليصلون على معلمي الناس الخير)).
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain." (HR. Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily). Wallâhu A'lam.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه

Baca selengkapnya

Wednesday, October 4, 2017

Jangan Mudah Terhipnotis Kehebatan Seseorang!

Kebanyakan awam lebih terpukau pada keajaiban dan kejadian luar biasa yang dialami seseorang. Dengan serta-merta mereka lantas menganggap orang itu suci dan waliyyun min auliya’illah tanpa memperhatikan lagi apakah orang tersebut istiqamah menjalankan syari’at atau tidak, teguh beriman atau tidak.
Bagi ahli hakikat, keajaiban atau kejadian luar biasa tidaklah ada artinya karena bagi mereka keramat yang sesungguhnya adalah manakala seseorang mampu beristiqamah, beriman secara benar dan lurus kepada Allah Ta’ala serta ber-ittiba’ (mengikuti ajaran) kepada baginda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam baik lahir maupun batin.
Karena itulah Abu Yazid al-Busthami pernah berkata, “Bila seseorang mampu menggelar sajadah shalatnya di atas air dan mampu duduk bersila di udara, janganlah sesekali kalian tertipu olehnya sehingga kalian jumpai bagaimana orang tersebut menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.”
Seseorang lalu berkata kepada Abu Yazid, “Sesungguhnya si Fulan mampu berjalan satu malam menuju Mekah.”
Abu Yazid menjawab, “Setan bahkan mampu berjalan dari ujung timur ke ujung barat dalam sekejap.”
Seseorang kembali berkata kepada Abu Yazid, “Sesungguhnya si Fulan mampu berjalan di atas air.”
Abu Yazid kembali menjawab, “Ikan-ikan di air dan burung-burung di udara jauh lebih mengherankan daripada hal itu.”
Bersungguh-sungguh menjalankan syariat serta bermesraan dengan tariqat dan hakikat merupakan amal yang paling utama. Konsisten dalam akidah yang lurus, melanggengkan diri bergumul dengan ilmu yang bermanfaat, beramal shalih, ikhlas dan khudhur kepada Allah, dan berpaling dari selain Allah, inilah hakikat dari istiqamah, yang dengannya lebih baik daripada seribu karamah!

Source: Ismuq.com

Baca selengkapnya

Wednesday, September 14, 2016

ROAN=IJAZAH PADANG ATI

Sebuah tradisi yang sangat melekat dalam masyarakat pesantren, tradisi yang saat ini mungkin sebagian pesantren masih melanggengkannya, yaitu Roan atau kerja bakti membersihkan lingkungan pesantren.
Kegiatan yang entah kapan mulai dikenal ini, mungkin berpuluh atau berabad tahun yang lalu. Sudah sangat kental dalam dunia pesantren. Bahu membahu untuk menjadikan tempat tinggal belajar mereka terasa nyaman untuk di singgahi.
Dalam perkembangannya sampai saat ini, apakah kegiatan ini masih berjalan dengan penuh keikhlasan dari para pelakunya, demi pengabdiannya terhadap pesantren?
Ah, mungkin hal itu hanya di ketahui mereka yang hatinya mau meresapi tanpa kekolotan otak.

Baca selengkapnya

HARUS BELAJAR, BELAJAR DAN BELAJAR!

 Oleh: Fuad Lathif
Salah satu pelajaran paling berharga yang dapat kita saksikan dalam dunia kesuksesan adalah semut. Ia tak henti-hentinya mencoba dan mencoba lagi tanpa kenal lelah dan bosan sebelum ia mencapai pada tujuannya.
Ketika merayap menaiki sebuah pohon lalu terjatuh, ia akan bangkit dan naik lagi. Ketika jatuh lagi, ia akan mengulanginya kembali. Begitu seterusnya sampai akhirnya berhasil mencapai puncak pohon dan mendapatkan apa yang ia inginkan. Hal itu dilakukannya tanpa merasa lelah dan bosan. Apabila jalan yang dilaluinya terhalang sesuatu, ia akan berbelok ke kanan atau ke kiri. Apabila pohon atau benda yang akan dinaikinya terasa sulit, ia akan mundur sejenak untuk mengatur strategi dan mengumpulkan tenaga yang lebih kuat daripada sebelumnya, lalu mencoba naik kembali.

Baca selengkapnya