Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Wednesday, September 14, 2016

BRANDAL IMAN

Udara malam membuatku keluar dari rumah. Pergi nongkrong dengan anak-anak yang tak ada pekerjaan bagi mereka. Yang tak ada kata sekolah bagi mereka. Karena berganti-gantinya kurikulum yang tak menentu dan tak membuat mereka menjadi pandai, tapi membuat pikiran mereka tambah pusing. Dan juga disertai biaya sekolah yang terus naik tiada henti, membuat mereka tak bisa membayarnya. Karena mereka berada dalam keluarga yang kurang mampu. Toh kalau mungkin ada bantuan hanya sekelumit. Mereka hanya bisa mencari jati diri mereka sendiri, tanpa sentuhan kelompok lain yang mereka anggap merugikan.
                Tetapi terhadap masalah keagamaan mereka masih memperdalamnya kepada seorang ustadz di kampung sebelah mereka. Banyak orang yang menganggapnya orang yang tak bermoral. Oleh karena itu mereka lebih suka menganggap dirinya sebagai Brandal Iman.
                Kadangkala aku memberi mereka buku-buku motivasi yang aku beli di pameran buku murah yang diadakan di tengah kota. Supaya mereka mempunyai semangat hidup yang kuat.
Baca selengkapnya

Tuesday, March 11, 2014

SETITIK RINDU

Oleh : Fuad Lathif


Ya Rasulallah
Cahayamu masih menyinari bumi
Alam semesta ciptaan Ilahi
Berkat perjuangan dan cintamu
Langit masih bergantung diatasnya
Bulan dan bintang menghiasinya
Dan matahari masih menyinari umat manusia

Ya Rasulallah
Bulan kelahiranmu telah mendatangi kami
kebahagiaan agung menyelimuti kami
Menghujani kemarau panjang hati kami

Ya Rasulallah
Diantara umatmu
Kami mengharap syafa'at agungmu
Kami tak dapat menutup malu
Kami masih bertingkah semau nafsu



Ya Rasulallah
Hati kami tak dapat membacakan
Catata poros kehidupan
Setelah lama kau tinggalkan
Satu dua insan
Puluhan ratusan bahkan ribuan
Masih meninggalkan jalan setapak yang kau tunjukkan

Ya Rasulallah
Kami hanya manusia kecil
Mengharap hidayah terus mengalir
Menyusuri lorong lorong nadi jiwa kami
Kami tak kuat menerjang ombak
Berdiri tegak
Kecuali kau selalu bersama kami

Ya RAsulallah
Kebahagiaan kami tak terkatakan
Kebahagian kami tak terlukiskan
Kebahagiaan kami atas engkau
Pemimpin kami tuk menghadap Ilahi

Kami ingin berjumpa denganmu
Mencium wangi kenabianmu
Meski dalam mimpi mimpi kami

Inilah
Hanya setitik rindu kami
Dalam lembar kehidupan manusiawi

Maulud 1435
Baca selengkapnya

Friday, May 3, 2013

BAYANG-BAYANG MUTHI


Banyak orang bebicara tentang cinta. Surga manusia. Semua orang ingin mencintai dan dicintai. Sama seperti aku. Ingin sekali didatangi dengan seribu senyuman yang hinggap dalam gumpalan darah. Melengkapi kehidupan dengan sempurna.
Aku tak tahu bagaimana melangkahkan kaki. Menyusuri lorong-lorong bunga yang bermekaran. Memetik satu per satu. Mencium dengan mata terpejam.
Semua lintasan telah ku lewati. Pot-pot bunga yang berdiri tegap dipersimpangan jalan selalu tak memberi senyuman. Sama halnya dengan patung. Yang tak bernyawa.

***

Disaat tumpukan kerja tertata rapi dalam pikiran. Aku mendatangi gedung besar berlantai megah. Kertas yang bertuliskan undangan telah kuterima beberapa hari yang lalu. Nafsuku memborgol kaki dengan kuat. Tapi seorang teman yang menyerahkan kertas itu membebaskanku dengan sedikit luka yang masih terasa.
Kakiku merupakan yang paling pertama menginjak gedung besar berlantai megah diantara tamu undangan lainnya. Hatiku terasa gamang menyeret telapak kaki kedalam gedung. Tetapi nuraniku dapat merayu dengan halus. Dilantai dua aku sudah disambut dengan senyuman. Bibirku pun tersungging. Mengikuti wanita berbaju rapi nan indah dipandang. Dia telah menyambutku dengan sempurna. Sama seperti lukisan wajahnya. Subhanallah.

Baca selengkapnya

Tuesday, October 23, 2012

SAJAK TUJUH KOTA

kudus

langkah kakiku meninggalkan harum kretek
menyibak kehidupan luar yang ganas
menghilang dalam senja yang mendung

semarang

dalam bak terbuka ku mendatanginya
menikmati kali demak yang terhina
entah karena apa
butiran gerimis menyapu wajah
basah kuyup jiwa ini ditengah jalanan

Baca selengkapnya

Friday, March 16, 2012

BRANDAL IMAN

BRANDAL IMAN

Udara malam membuatku keluar dari rumah. Pergi nongkrong dengan anak-anak yang tak ada pekerjaan bagi mereka. Yang tak ada kata sekolah bagi mereka. Karena berganti-gantinya kurikulum yang tak menentu dan tak membuat mereka menjadi pandai, tapi membuat pikiran mereka tambah pusing. Dan juga disertai biaya sekolah yang terus naik tiada henti, membuat mereka tak bisa membayarnya. Karena mereka berada dalam keluarga yang kurang mampu. Toh kalau mungkin ada bantuan hanya sekelumit. Mereka hanya bisa mencari jati diri mereka sendiri, tanpa sentuhan kelompok lain yang mereka anggap merugikan.
                Tetapi terhadap masalah keagamaan mereka masih memperdalamnya kepada seorang ustadz di kampung sebelah mereka. Banyak orang yang menganggapnya orang yang tak bermoral. Oleh karena itu mereka lebih suka menganggap dirinya sebagai Brandal Iman.
                Kadangkala aku memberi mereka buku-buku motivasi yang aku beli di pameran buku murah yang diadakan di tengah kota. Supaya mereka mempunyai semangat hidup yang kuat.
Baca selengkapnya

Sunday, February 12, 2012

DERAJAT CINTA*

DERAJAT CINTA*

Mentari pagi begitu lembut menyinari para masyarakat yang mulai beraktivitas. Semua ruas jalan kota di padati banyak siswa, Edo anak kelas sebelas IPA1 yang bersekolah di SMA Bhayangkara sangat giat mengayuh onthelan sepeda dari rumahnya yang berada di pelosok desa ke kota. Meskipun dia terlahir dari keluarga yang pas-pasan, dia tetap bersemangat belajar di sekolah ternama dan terfavorit yang berada di kotanya. Dia pun tak merasa gengsi atau minder dengan anak kota yang berbeda jauh dengan dirinya. Rasa untuk membeda-bedakan pun tak terbesit dalam pikirannya yang polos, toh semua itu sama-sama manusia dari ciptaan Tuhan.
Baca selengkapnya